jam & kalender

Minggu, 17 Maret 2013

CONTOH LAPORAN STUDY LAPANGAN KERJA


Di Kantor badan meteorologi klimatologi dan
geofisika ( bmkg ) Banyuwangi


 Oleh kelompok “hully cs” XI TKJ:

Ø Mahrusali
Ø Moh. Yusrul hana
Ø Ryan pratama
Ø Moh. Rifa’i
Ø Angga adee pranata
Ø M. Iqbal mauladani
Ø Rizalul fikriandi
Ø Ikbal fauzi k
Ø Sugandi sayfudin



PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMKN IHYA’ULUMUDIN SINGOJURUH
Jl.KH.Abdulah Hasbullah No.8 Padang,Singojuruh
Telp./Fax. (0333) 635754 Kode Pos 68464
BANNYUWANGI JAWA TIMUR
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN STUDY LAPANGAN
BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA ( BMKG )
BANYUWANGI



TEMPAT       :  BADAN METEOROLOGI KLOMATOLOGO DAN GEOFISIKA (BMKG)
                      BANYUWANGI
TANGGAL     : 18 JUNI 2012

                   DISAHKAN DI         : SINGOJURUH
                   PADA TANGGAL     : 29 JULI 2012


PEMBIMBING 1                                          PEMBIMBING 2


Petugas BMKG                               Siti Syamsiyatul Jannah, S.pd





KATA PENGANTAR


     Segala puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat-Nya kita dapat menyelesaikan laporan ini untuk memenuhi study lapang di Kantor Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi.
     Laporan ini menjeaskan tentang alat-alat yang berada di Kantor BMKG Banyuwangi khususnya……. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi pembaca.
     Demikianlah pengantar kata dari kami. Mungkin didalam laporan ini masih banyak hal yang kurang, untuk itu kami mohon kritik dan sarannya dan kami ucapkan terimakasih.
     Singojuruh,……

                                                                                            Hully cs


                                                  DAFTAR ISI

Halaman Judul
Halaman Pengesahan ………………………………………….......
Kata Pengantar ……………………………………………………......
Daftar Isi ……………………………………………………………….....

BAB I
A.   Pendahuluan …………………………………………….....
B.   Maksud dan Tujuan Study Lapang…………….....
C.   Dasar dan Waktu Study Lapang ………………......

BAB II
Laporan
A. Nama Tempat Study Lapang ………………………….
          B. Bidang-bidang yang ditangani
     Study Lapang ......................................................
C. Struktur Organisasi Tempat Study Lapang .......
D. Hasil Pengamatan ..............................................

BAB III
          Kesimpulan …………………………………………………...
          Saran …………………………………………………………….....
          Penutup ………………………………………………………...

Lampiran-lampiran
           Identitas Nama Kelompok ………………………...…..
          Gambar/Foto-foto ……………………………………...…..


BAB I

A. PENDAHULUAN
  Studi lapang merupakan salah satu cara pembelajaran untuk siswa yang dilakukan langsung ditempat yg bersangkutan , sesuai dengan yang diujikan atau diteliliti supaya lebih mengerti . Studi lapang yang kami lakukan adalah meneliti tentang alat-alat pengukur keadaan alam di BMKG yang ada di Banyuwangi untuk mengetahui jika akan ada perubahan suatu alam akan terlebih dahulu diketahui oleh BMKG dan kemudian akan dilaporkan ke pusat dan radio-radio disekitar daerah tersebut , dengan demikian penduduk dapat berhati-hati.
Untuk itu kami melakukan program pendidikan yang dilaksanakan langsung di tempat yang bersangkutan sesuai dengan yang diujikan atau yang diteliti , dengan demikian segala aktifitas penyelenggaraan pendidikan studi lapang yang didapat oleh siswa disekolah maupun tempat studi lapang mengadakan pembelajaran yang pada akhirnya mampu memberikan wawasan atau pengetahuan tambahan dan lain-lain .
B.  MAKSUD DAN TUJUAN STUDI LAPANG
Untuk mengaplikasikan materi yang ada didalam kelas , sebelumnya siswa hanya bisa mengenal dengan membaca saja . Disini , siswa akan lebih dikenalkan dalam bentuk objek , yang pada akhirnya siswa siswi tidak hanya tahu nama alatnya saja, tetapi mereka juga akan tahu bentuk alat dan fungsinya .

C. DASAR DAN WAKTU
a.    Dasar Study Lapang
Dasar studi lapang ada 2 macam , meliputi :
1.       Surat Izin dari Kepala Sekolah
Nomor : 421.5/135/429.408.400350/2011
2.     Program Pembelajaran Bidang Studi IPA


b. Waktu Study Lapang
Waktu studi lapang sudah dijelaskan pada surat izin dari Kepala Sekolah , No.421.5/135/429.408.400350/2011, yaitu pada:
Hari/Tanggal       :  Senin / 18 Juni 2012
Jam                       :  11.00 WIB s.d. selesai
Tempat                :  Kantor Badan Meteorologi
   Klimatologi dan Geofisika Banyuwangi



BAB II

LAPORAN

A.   NAMA TEMPAT STUDI LAPANG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Stasiun Meteorologi Kelas III
Jln. Jagung Suprapto, No. 152 ,Telp. (0333) 421888, Fax : (0333)410088,  
Banyuwangi 68425 .

B.   BIDANG - BIDANG YANG DITANGANI TEMPAT STUDI LAPANG

BMKG merupakan suatu Lembaga Pemerintahan Non Departemen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden yang mempunyai tugas dan fungsi memberikan pelayanan informasi meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika.
Bidang yang ditangani di BMKG Banyuwangi sebagai berikut :
                         I.      Meteorologi : temperature, awan, hujan, petir, angin, tekanan .
                      II.      Klimatologi : temperature, awan, hujan, petir, angin, tekanan, radiasi ,       penguapan.
                   III.      Geofisika : magnit, gravitasi, waktu , seismik .
                  IV.      Kualitas Udara : kadar zat kimia dalam udara dan air hujan









C. Hasil Pengamatan


Seismometer

Seismometer (bahasa Yunani: seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram.
Prototip dari alat ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 132 SM oleh matematikawan dari Dinasti Han yang bernama Chang Heng. Dengan alat ini orang pada masa tersebut bisa menentukan dari arah mana gempa bumi terjadi.
Dengan perkembangan teknologi dewasa ini maka kemampuan seismometer dapat ditingkatkan, sehingga bisa merekam getaran dalam jangkauan frekuensi yang cukup lebar. Alat seperti ini disebut seismometer broadband.
Seismograf adalah sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi. Pada prinsipnya, seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil. Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram.


1. Prinsip kerja

Seismograf memiliki instrumen sensitif yang dapat mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi. Gelombang seismik yang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram. Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa.
Dahulu, seismograf hanya dapat mendeteksi gerakan horizontal, tetapi saat ini seismograf sudah dapat merekam gerakan-gerakan vertikal dan lateral. Seismograf menggunakan dua gerakan mekanik dan elektromagnetik seismographer. Kedua jenis gerakan mekanikal tersebut dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.
Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa yang menimbulkan getaran kemudian dideteksi melalui spejlgalvanometer.

2. Sejarah

Pada pertengahan abad ke-18, gempa bumi diukur dengan instrumen yang bernama seismokop. Seismokop adalah peralatan perekam gempa yang paling primitif. Seismokop terdiri dari sebuah kontainer sederhana berisi air atau air raksa. Ketika terjadi gempa, cairan tersebut akan bergerak naik-turun akibat getaran gempa yang terjadi.
Terobosan besar untuk pengukuran gempa bumi datang pada tahun 1920, ketika dua ilmuwan Amerika mengembangkan alat yang disebut Wood-Anderson seismograf. Alat ini lebih sensitif dibandingkan seismograf yang ada pada masa itu, sehingga langsung banyak digunakan di seluruh dunia dan menjadi cikal bakal seismograf yang sekarang ada dan berkembang. Saat ini, seismograf banyak digunakan oleh Seismologist dalam mempelajari sesar dan gempa bumi.



3. Klasifikasi Pengukuran Gempa


Seismograf menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk mengukur gelombang seismik yang dihasilkan gempa, yaitu besaran gempa dan intensitas gempa. Kedua klasifikasi pengukuran ini menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula. Skala pengukuran gempa tersebut terdiri dari Skala Richter dan Skala Mercalli. Skala Richter digunakan untuk menggambarkan besaran gempa sedangkan Skala Mercalli digunakan untuk menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan manusia.

4. Klasifikasi Besaran Gempa

Pada 1935, seorang Geophysics Amerika bernama Charles Francis Richter (1900-1985) bersama dengan Geophysics lain bernama Beno Gutenberg (1889-1960) mengembangkan skala yang pada prinsipnya dapat membandingkan semua seismogram sehingga mendapatkan gambaran tremors kekuatan yang serupa. Skala tersebut bernama Skala Richter dan sampai sekarang diakui sebagai standar umum skala kekuatan gempa.
Skala Richter dirancang dengan logaritma, yang berarti bahwa setiap langkah menunjukkan kekuatan yang 10 kali lebih hebat dari para pendahulunya. 5 Skala Richter menunjukkan benturan keras, yang 10 kali lebih kuat dari satu di 4 dan 100 kali lebih kuat dari satu di 3 Skala Richter. Perhitungan ini sering disebut sebagai Skala Richter terbuka, karena tidak beroperasi tanpa batas atas. Ukuran Skala Richter dapat dilihat pada tabel berikut:
Ukuran Skala Richter Keterangan 1,0 - 3,0 Tidak diberi label oleh manusia. 3,0 - 3,9 Dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa. Lampu gantung mulai goyang. 4,0 - 4,9 Terasa sekali getarannya. Jendela bergetar san bergeruruk, permukaan air beriak-riak, daun pintu terbuka-tutup sendiri. 5,0 - 5,9 Sangat sulit untuk berdiri tegak. Porselin dan kaca pecah, dinding yang lemah pecah, lepas dari batu bata, dan permukaan air di daratan terbentuk gelombang air. 6,0 - 6,9 Batu runtuh bersama-sama, runtuhnya bangunan bertingkat tinggi, rubuhnya bangunan lemah, ketekan di dalam tanah. 7,0 - 7,9 Tanah longsor, jembatan roboh, bendungan rusak dan hancur. Beberapa bangunan tetap, keretakan besar di tanah, trek kereta api bengkok. Terjadi kerusakan total di daerah gempa. 8,0 - … Dapat menyebabkan kerusakan serius di beberapa daerah dalam radius seratus kilometer dari wilayah gempa.
5. Klasifikasi Intensitas Gempa
Pada 1902, seorang Vulkanolog Italia bernama Giuseppe Mercalli (1850-1914) mengklasifikasi skala intensitas gempa bumi dan pengaruhnya terhadap manusia, bangunan (gedung), dan alam (tanah). Klasifikasi tersebut bernama Skala Mercalli yang ditentukan berdasarkan kerusakan akibat gempa dan wawancara kepada para korban, sehingga bersifat sangat subyektif. Oleh karena itu, pada tahun 1931 seorang ilmuwan dari Amerika memodifikasi Skala Mercalli ini dan sampai sekarang digunakan di banyak wilayah gempa. Klasifikasi intensitas gempa dengan Skala Mercalli dapat dilihat di tabel berikut :
Ukuran
Keterangan
I
Direkam hanya oleh seismograf.
II
Getaran hanya dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.
III
Getaran dirasakan oleh beberapa orang.
IV
Getaran akan dirasakan oleh banyak orang. Porselin dan barang pecah belah berkerincing dan pintu berderak.
V
Binatang merasa kesulitan dan ketakutan. Bangunan mulai bergoyang. Banyak orang akan bangun dari tidurnya.
VI
Benda-benda mulai berjatuhan dari rak.
VII
Banyak orang cemas, keretakan pada dinding dan jalan.
VIII
Pergeseran barang-barang dirumah.
IX
Kepanikan meluas, tanah longsor, banyak atap dan dinding yang roboh.
X
Banyak bangunan rusak, lebar keretakan di dalam tanah mencapai hingga 1 meter.
XI
Keretakan dalam tanah makin melebar, banyak tanah longsor dan batu yang jatuh.
XII
Hampir sebagian besar bangunan hancur, permukaan tanah perubahan menjadi radikal.


1. PENGUKUR SINAR MATAHARI JENIS CAMPBLE STOKES
Lamanya penyinaran sinar matahari dicatat dengan jalan memusatkan (memfokuskan) sinar matahari melalui bola gelas hingga fokus sinar matahari tersebut tepat mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat ini dan meninggalkan pada jejak pias. Dipergunakannya bola gelas dimaksudkan agar alat tersebut dapat dipergunakan untuk memfokuskan sinar matahari secara terus menerus tanpa terpengaruh oleh posisi matahari. Pias ditempatkan pada kerangka cekung yang konsentrik dengan bola gelas dan sinar yang difokuskan tepat mengenai pias. Jika matahari bersinar sepanjang hari dan mengenai alat ini, maka akan diperoleh jejak pias terbakar yang tak terputus. Tetapi jika matahari bersinar terputus-putus, maka jejak dipiaspun akan terputus-putus. Dengan menjumlahkan waktu dari bagian-bagian terbakar yang terputus-putus akan diperoleh lamanya penyinaran matahari.

2. PENGUKUR PENAKAR HUJAN JENIS HELLMAN
Penakar hujan jenis Hellman termasuk penakar hujan yang dapat mencatat sendiri. Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat pelampung. Air ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat (naik keatas). Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung. Gerakkan pena dicatat pada pias yang ditakkan/ digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga per. Jika air dalam tabung hampir penuh, pena akan mencapai tempat teratas pada pias. Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas, air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung dan tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus vertikal. Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dhitung/ ditentukan dengan menghitung jumlah garis-garis vertikal yang terdapat pada pias.

3. ALAT PENGUKUR PENGUAPAN
Penguapan ialah proses perubahan air menjadi uap air. Proses ini dapat terjadi pada setiap permukaan benda pada temperatur diatas 0 0K. Faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan ialah temperatur benda dan udara, kecepatan angin, kelembaban udara, intensitas radiasi matahari dan tekanan udara, jenis permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya.
Dalam meteorologi dikenal dua istilah untuk penguapan yaitu evaporasi dan evapotranspirasi.
1. EVAPORIMETER PANCI TERBUKA
Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya. Pengukuran evaporasi dengan menggunakan evaporimeter memerlukan perlengkapan sebagai berikut :
1.       Panci Bundar Besar
2.     Hook Gauge yaitu suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Hook Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk, sehingga cara pembacaannya berlainan.
3.     Still Well ialah bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan mempunyai 3 buah kaki.
4.     Thermometer air dan thermometer maximum/ minimum
5.     Cup Counter Anemometer
6.     Pondasi/ Alas
7.     Penakar hujan biasa
4. PENGUKUR KECEPATAN ANGIN JENIS ANEMOMETER
Anemometer adalah alat pengukur kecepatan angin yang banyak dipakai dalam bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca. Nama alat ini berasal dari kata Yunani anemos yang berarti angin. Perancang pertama dari alat ini adalah Leon Battista Alberti pada tahun 1450. Selain mengukur kecepatan angin, alat ini juga dapat mengukur besarnya tekanan angin itu.
5. PENGUKUR TEKANAN UDARA JENIS BAROMETER
    

  Barometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara. Barometer umum digunakan dalam peramalan cuaca, dimana tekanan udara yang tinggi menandakan cuaca yang "bersahabat", sedangkan tekanan udara rendah menandakan kemungkinan badai.
BAB III
PENUTUP LAPORAN

A.   KESIMPULAN
Hasil penelitian dari pengamatan kami , kami dapat menyimpulkan bahwa , tidak semua kejadian dibumi ini dapat diukur dan diperkirakan , misalnya : gempa bumi Kekuatan gempa bumi memang dapat diukur , namun kapan terjadinya  gempa tersebut sulit untuk diperkirakan . Setiap cabang kantor BMKG untuk hasil pengamatannya , datanya harus segera dikirim ke pemerintah  , dari pemerintah data-data dikumpulkan dari seluruh cabang kantor BMKG yang ada di Indonesia untuk dikaji dan di ambil kesimpulannya , kemudian dikirim ke Presiden . Dari Presiden , data – data yg sudah disimpulkan tadi , kemudian di umumkan ke semua warga negara Indonesia . Supaya mereka lebih siaga dan berwaspada .
B.   SARAN
Dari kesimpulan diatas , kita dapat mengambil intisari yaitu bila tidak semua alat itu bekerja dengan baik , pasti ada kekuranggannya . Dan kita tidak boleh mengambil suatu keputusan  dengan bertindak sendirinya  , harus berkonfirmasi kepada banyak orang . Sehingga , keputusan yang nantinya akan diambil , dapat di terima oleh khalayak ramai .
C.   PENUTUP
Itulah data-data yang bisa kami kumpulkan , apabila ada kekurangan dalam penulisan kata maupun pengambilan gambar . Kami selaku penyusun laporan ini mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya.
Sekian dari kami . TERIMA KASIH




‘’ Biodata Kelompok Hully cs ’’
1.     Nama                          : moh. Yurul hana
        TTL                 : Banyuwangi,
        Alamat              : jajangsurat, rogojampi

2.     Nama                          : mahrusali
        TTL                 : Banyuwangi, 21 Oktober 1996
        Alamat              : tabanan, singojuruh

3.     Nama                          :m. Ikbal mauladani
        TTL                 : Banyuwangi,
        Alamat              : logjag, rogojampi

4.     Nama               : Moh.rifa’i
        TTL                 : Banyuwangi,
        Alamat              : gambor, singojuruh

5.     Nama                          : sugandi sayfudin
        TTL                 : Banyuwangi,
        Alamat              : sroyo, songgon

6.     Nama                          : angga adee pranata
        TTL                 : Banyuwangi,
        Alamat              : pasinan, singojuruh

7.     Nama                          : rizalul fikriandi
        TTL                 : Banyuwangi,   
          Alamat            : Sragi, Songgon

8.     Nama                          : ikbal fauzi khairunisa
        TTL                 : Banyuwangi,
        Alamat              : parijata, melik

9.        Nama                     : ryan pratama
TTL                       : banyuwangi, 03 desember 1996
Alamat                    : padang, singojuruh



hully cs


























0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons