Di Kantor badan meteorologi klimatologi dan
geofisika ( bmkg ) Banyuwangi
Oleh kelompok “hully
cs” XI TKJ:
Ø Mahrusali
Ø Moh. Yusrul hana
Ø Ryan pratama
Ø Moh. Rifa’i
Ø Angga adee pranata
Ø M. Iqbal mauladani
Ø Rizalul fikriandi
Ø Ikbal fauzi k
Ø Sugandi sayfudin
PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMKN IHYA’ULUMUDIN
SINGOJURUH
Jl.KH.Abdulah
Hasbullah No.8 Padang,Singojuruh
Telp./Fax.
(0333) 635754 Kode Pos 68464
BANNYUWANGI JAWA TIMUR
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN STUDY LAPANGAN
BADAN METEOROLOGI
KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA ( BMKG )
BANYUWANGI
TEMPAT : BADAN METEOROLOGI KLOMATOLOGO DAN GEOFISIKA
(BMKG)
BANYUWANGI
TANGGAL : 18
JUNI 2012
DISAHKAN
DI : SINGOJURUH
PADA
TANGGAL : 29 JULI 2012
PEMBIMBING 1 PEMBIMBING 2
Petugas BMKG Siti Syamsiyatul Jannah, S.pd
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur mari kita
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat-Nya kita dapat
menyelesaikan laporan ini untuk memenuhi study lapang di Kantor Badan
Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi.
Laporan ini menjeaskan tentang alat-alat
yang berada di Kantor BMKG Banyuwangi khususnya……. Semoga laporan ini
bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi pembaca.
Demikianlah pengantar kata dari kami.
Mungkin didalam laporan ini masih banyak hal yang kurang, untuk itu kami mohon
kritik dan sarannya dan kami ucapkan terimakasih.
Singojuruh,……
Hully cs
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul
Halaman
Pengesahan ………………………………………….......
Kata
Pengantar ……………………………………………………......
Daftar
Isi ……………………………………………………………….....
BAB I
A.
Pendahuluan …………………………………………….....
B.
Maksud dan Tujuan Study Lapang…………….....
C.
Dasar dan Waktu Study Lapang ………………......
BAB II
Laporan
A.
Nama Tempat Study Lapang ………………………….
B. Bidang-bidang yang ditangani
Study Lapang ......................................................
C. Struktur Organisasi Tempat Study Lapang .......
D. Hasil Pengamatan
..............................................
BAB III
Kesimpulan …………………………………………………...…
Saran …………………………………………………………….....
Penutup ………………………………………………………...…
Lampiran-lampiran
Identitas Nama Kelompok ………………………...…..
Gambar/Foto-foto ……………………………………...…..
BAB
I
A.
PENDAHULUAN
Studi lapang merupakan salah satu cara
pembelajaran untuk siswa yang dilakukan langsung ditempat yg bersangkutan ,
sesuai dengan yang diujikan atau diteliliti supaya lebih mengerti . Studi
lapang yang kami lakukan adalah meneliti tentang alat-alat pengukur keadaan
alam di BMKG yang ada di Banyuwangi untuk mengetahui jika akan ada perubahan
suatu alam akan terlebih dahulu diketahui oleh BMKG dan kemudian akan
dilaporkan ke pusat dan radio-radio disekitar daerah tersebut , dengan demikian
penduduk dapat berhati-hati.
Untuk itu kami
melakukan program pendidikan yang dilaksanakan langsung di tempat yang
bersangkutan sesuai dengan yang diujikan atau yang diteliti , dengan demikian
segala aktifitas penyelenggaraan pendidikan studi lapang yang didapat oleh
siswa disekolah maupun tempat studi lapang mengadakan pembelajaran yang pada
akhirnya mampu memberikan wawasan atau pengetahuan tambahan dan lain-lain .
B.
MAKSUD DAN TUJUAN
STUDI LAPANG
Untuk mengaplikasikan
materi yang ada didalam kelas , sebelumnya siswa hanya bisa mengenal dengan
membaca saja . Disini , siswa akan lebih dikenalkan dalam bentuk objek , yang
pada akhirnya siswa siswi tidak hanya tahu nama alatnya saja, tetapi mereka
juga akan tahu bentuk alat dan fungsinya .
C. DASAR DAN WAKTU
a. Dasar Study Lapang
Dasar studi lapang
ada 2 macam , meliputi :
1. Surat Izin dari Kepala
Sekolah
Nomor :
421.5/135/429.408.400350/2011
2. Program Pembelajaran
Bidang Studi IPA
b. Waktu Study Lapang
Waktu studi lapang
sudah dijelaskan pada surat izin dari Kepala Sekolah ,
No.421.5/135/429.408.400350/2011, yaitu pada:
Hari/Tanggal : Senin / 18 Juni 2012
Jam : 11.00 WIB s.d. selesai
Tempat :
Kantor Badan
Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika
Banyuwangi
BAB II
LAPORAN
A.
NAMA TEMPAT STUDI
LAPANG
Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika
Stasiun Meteorologi
Kelas III
Jln. Jagung Suprapto,
No. 152 ,Telp. (0333) 421888, Fax : (0333)410088,
Banyuwangi 68425 .
B.
BIDANG - BIDANG YANG
DITANGANI TEMPAT STUDI LAPANG
BMKG merupakan suatu
Lembaga Pemerintahan Non Departemen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden
yang mempunyai tugas dan fungsi memberikan pelayanan informasi meteorologi,
klimatologi, kualitas udara dan geofisika.
Bidang yang ditangani
di BMKG Banyuwangi sebagai berikut :
I.
Meteorologi
: temperature, awan, hujan, petir, angin, tekanan .
II.
Klimatologi
: temperature, awan, hujan, petir, angin, tekanan, radiasi , penguapan.
III.
Geofisika
: magnit, gravitasi, waktu , seismik .
IV.
Kualitas
Udara : kadar zat kimia dalam udara dan air hujan
C. Hasil
Pengamatan
Seismometer
Seismometer (bahasa
Yunani:
seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah alat atau sensor
getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada
permukaan tanah. Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram.
Prototip
dari alat ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 132 SM oleh matematikawan dari Dinasti
Han
yang bernama Chang Heng. Dengan alat ini
orang pada masa tersebut bisa menentukan dari arah mana gempa bumi terjadi.
Dengan
perkembangan teknologi dewasa ini maka kemampuan seismometer dapat
ditingkatkan, sehingga bisa merekam getaran dalam jangkauan frekuensi yang cukup lebar. Alat
seperti ini disebut seismometer broadband.
Seismograf adalah sebuah
perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi. Pada prinsipnya,
seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil.
Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan
bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram.
1. Prinsip kerja
Seismograf memiliki instrumen sensitif yang dapat mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi. Gelombang seismik yang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram. Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa.Dahulu, seismograf hanya dapat mendeteksi gerakan horizontal, tetapi saat ini seismograf sudah dapat merekam gerakan-gerakan vertikal dan lateral. Seismograf menggunakan dua gerakan mekanik dan elektromagnetik seismographer. Kedua jenis gerakan mekanikal tersebut dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.
Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa yang menimbulkan getaran kemudian dideteksi melalui spejlgalvanometer.
2. Sejarah
Pada pertengahan abad ke-18, gempa bumi diukur dengan instrumen yang bernama seismokop. Seismokop adalah peralatan perekam gempa yang paling primitif. Seismokop terdiri dari sebuah kontainer sederhana berisi air atau air raksa. Ketika terjadi gempa, cairan tersebut akan bergerak naik-turun akibat getaran gempa yang terjadi.Terobosan besar untuk pengukuran gempa bumi datang pada tahun 1920, ketika dua ilmuwan Amerika mengembangkan alat yang disebut Wood-Anderson seismograf. Alat ini lebih sensitif dibandingkan seismograf yang ada pada masa itu, sehingga langsung banyak digunakan di seluruh dunia dan menjadi cikal bakal seismograf yang sekarang ada dan berkembang. Saat ini, seismograf banyak digunakan oleh Seismologist dalam mempelajari sesar dan gempa bumi.
3. Klasifikasi Pengukuran Gempa
Seismograf
menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk mengukur gelombang seismik yang dihasilkan
gempa, yaitu besaran gempa dan intensitas gempa. Kedua klasifikasi pengukuran
ini menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula. Skala pengukuran gempa
tersebut terdiri dari Skala Richter dan Skala Mercalli. Skala Richter digunakan untuk
menggambarkan besaran gempa sedangkan Skala Mercalli digunakan untuk
menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan
manusia.
4. Klasifikasi Besaran Gempa
Pada
1935, seorang Geophysics Amerika bernama Charles Francis
Richter
(1900-1985) bersama dengan Geophysics lain bernama Beno Gutenberg (1889-1960)
mengembangkan skala yang pada prinsipnya dapat membandingkan semua seismogram sehingga mendapatkan
gambaran tremors kekuatan yang
serupa. Skala tersebut bernama Skala Richter dan sampai sekarang
diakui sebagai standar umum skala kekuatan gempa.
Skala Richter dirancang dengan logaritma, yang berarti bahwa
setiap langkah menunjukkan kekuatan yang 10 kali lebih hebat dari para
pendahulunya. 5 Skala
Richter
menunjukkan benturan keras, yang 10 kali lebih kuat dari satu di 4 dan 100 kali
lebih kuat dari satu di 3 Skala Richter. Perhitungan ini
sering disebut sebagai Skala Richter terbuka, karena
tidak beroperasi tanpa batas atas. Ukuran Skala Richter dapat dilihat pada
tabel berikut:
Ukuran Skala Richter
Keterangan 1,0 - 3,0 Tidak diberi label oleh manusia. 3,0 - 3,9 Dirasakan oleh
masyarakat di sekitar pusat gempa. Lampu gantung mulai goyang. 4,0 - 4,9 Terasa
sekali getarannya. Jendela bergetar san bergeruruk, permukaan air beriak-riak,
daun pintu terbuka-tutup sendiri. 5,0 - 5,9 Sangat sulit untuk berdiri tegak.
Porselin dan kaca pecah, dinding yang lemah pecah, lepas dari batu bata, dan
permukaan air di daratan terbentuk gelombang air. 6,0 - 6,9 Batu runtuh bersama-sama,
runtuhnya bangunan bertingkat tinggi, rubuhnya bangunan lemah, ketekan di dalam
tanah. 7,0 - 7,9 Tanah longsor, jembatan roboh, bendungan rusak dan hancur.
Beberapa bangunan tetap, keretakan besar di tanah, trek kereta api bengkok.
Terjadi kerusakan total di daerah gempa. 8,0 - … Dapat menyebabkan kerusakan
serius di beberapa daerah dalam radius seratus kilometer dari wilayah gempa.
5. Klasifikasi Intensitas Gempa
Pada 1902, seorang Vulkanolog Italia bernama Giuseppe
Mercalli
(1850-1914) mengklasifikasi skala intensitas gempa bumi dan pengaruhnya
terhadap manusia, bangunan (gedung), dan alam (tanah). Klasifikasi tersebut
bernama Skala Mercalli yang ditentukan berdasarkan kerusakan akibat gempa dan
wawancara kepada para korban, sehingga bersifat sangat subyektif. Oleh karena
itu, pada tahun 1931 seorang ilmuwan dari Amerika memodifikasi Skala
Mercalli
ini dan sampai sekarang digunakan di banyak wilayah gempa. Klasifikasi
intensitas gempa dengan Skala
Mercalli
dapat dilihat di tabel berikut :
Ukuran
|
Keterangan
|
I
|
Direkam hanya oleh seismograf.
|
II
|
Getaran hanya dirasakan oleh masyarakat di
sekitar pusat gempa.
|
III
|
Getaran dirasakan oleh beberapa orang.
|
IV
|
Getaran akan dirasakan oleh banyak orang.
Porselin dan barang pecah belah berkerincing dan pintu berderak.
|
V
|
Binatang merasa kesulitan dan ketakutan. Bangunan
mulai bergoyang. Banyak orang akan bangun dari tidurnya.
|
VI
|
Benda-benda mulai berjatuhan dari rak.
|
VII
|
Banyak orang cemas, keretakan pada dinding
dan jalan.
|
VIII
|
Pergeseran barang-barang dirumah.
|
IX
|
Kepanikan meluas, tanah longsor, banyak
atap dan dinding yang roboh.
|
X
|
Banyak bangunan rusak, lebar keretakan di
dalam tanah mencapai hingga 1 meter.
|
XI
|
Keretakan dalam tanah makin melebar, banyak
tanah longsor dan batu yang jatuh.
|
XII
|
Hampir sebagian besar bangunan hancur,
permukaan tanah perubahan menjadi radikal.
|
1.
PENGUKUR SINAR MATAHARI JENIS CAMPBLE STOKES
Lamanya
penyinaran sinar matahari dicatat dengan jalan memusatkan (memfokuskan) sinar
matahari melalui bola gelas hingga fokus sinar matahari tersebut tepat mengenai
pias yang khusus dibuat untuk alat ini dan meninggalkan pada jejak pias.
Dipergunakannya bola gelas dimaksudkan agar alat tersebut dapat dipergunakan
untuk memfokuskan sinar matahari secara terus menerus tanpa terpengaruh oleh
posisi matahari. Pias ditempatkan pada kerangka cekung yang konsentrik dengan
bola gelas dan sinar yang difokuskan tepat mengenai pias. Jika matahari
bersinar sepanjang hari dan mengenai alat ini, maka akan diperoleh jejak pias
terbakar yang tak terputus. Tetapi jika matahari bersinar terputus-putus, maka
jejak dipiaspun akan terputus-putus. Dengan menjumlahkan waktu dari
bagian-bagian terbakar yang terputus-putus akan diperoleh lamanya penyinaran
matahari.
Penakar hujan jenis
Hellman termasuk penakar hujan yang dapat mencatat sendiri. Jika hujan turun,
air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat
pelampung. Air ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat (naik
keatas). Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakkannya selalu
mengikuti tangkai pelampung. Gerakkan pena dicatat pada pias yang ditakkan/
digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga per. Jika
air dalam tabung hampir penuh, pena akan mencapai tempat teratas pada pias.
Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas, air dalam
tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung dan tangki
pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus
vertikal. Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dhitung/ ditentukan dengan
menghitung jumlah garis-garis vertikal yang terdapat pada pias.
3. ALAT PENGUKUR PENGUAPAN
Penguapan
ialah proses perubahan air menjadi uap air. Proses ini dapat terjadi pada
setiap permukaan benda pada temperatur diatas 0 0K. Faktor-faktor
yang mempengaruhi penguapan ialah temperatur benda dan udara, kecepatan angin,
kelembaban udara, intensitas radiasi matahari dan tekanan udara, jenis
permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung didalamnya.
Dalam meteorologi dikenal dua istilah untuk
penguapan yaitu evaporasi dan evapotranspirasi.
1.
EVAPORIMETER PANCI TERBUKA
Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk
mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci, makin representatif atau makin
mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai
dan lain-lainnya. Pengukuran evaporasi dengan menggunakan evaporimeter
memerlukan perlengkapan sebagai berikut :
1.
Panci
Bundar Besar
2.
Hook
Gauge yaitu suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam
panci. Hook Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk, sehingga cara pembacaannya
berlainan.
3.
Still
Well ialah bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan
mempunyai 3 buah kaki.
4.
Thermometer
air dan thermometer maximum/ minimum
5.
Cup
Counter Anemometer
6.
Pondasi/
Alas
7.
Penakar
hujan biasa
4. PENGUKUR KECEPATAN
ANGIN JENIS ANEMOMETER
Anemometer adalah alat pengukur
kecepatan angin yang banyak dipakai
dalam bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun
prakiraan cuaca. Nama alat ini berasal dari kata Yunani anemos yang berarti angin.
Perancang pertama dari alat ini adalah Leon Battista Alberti pada tahun
1450. Selain mengukur kecepatan angin, alat ini juga dapat mengukur besarnya
tekanan angin itu.
5. PENGUKUR TEKANAN UDARA JENIS BAROMETER
Barometer
adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan
udara.
Barometer umum digunakan dalam peramalan cuaca, dimana tekanan
udara yang tinggi menandakan cuaca yang "bersahabat", sedangkan
tekanan udara rendah menandakan kemungkinan badai.
BAB III
PENUTUP LAPORAN
A.
KESIMPULAN
Hasil penelitian dari
pengamatan kami , kami dapat menyimpulkan bahwa , tidak semua kejadian dibumi
ini dapat diukur dan diperkirakan , misalnya : gempa bumi Kekuatan gempa bumi
memang dapat diukur , namun kapan terjadinya
gempa tersebut sulit untuk diperkirakan . Setiap cabang kantor BMKG
untuk hasil pengamatannya , datanya harus segera dikirim ke pemerintah , dari pemerintah data-data dikumpulkan dari
seluruh cabang kantor BMKG yang ada di Indonesia untuk dikaji dan di ambil
kesimpulannya , kemudian dikirim ke Presiden . Dari Presiden , data – data yg
sudah disimpulkan tadi , kemudian di umumkan ke semua warga negara Indonesia .
Supaya mereka lebih siaga dan berwaspada .
B.
SARAN
Dari kesimpulan
diatas , kita dapat mengambil intisari yaitu bila tidak semua alat itu bekerja
dengan baik , pasti ada kekuranggannya . Dan kita tidak boleh mengambil suatu
keputusan dengan bertindak
sendirinya , harus berkonfirmasi kepada
banyak orang . Sehingga , keputusan yang nantinya akan diambil , dapat di
terima oleh khalayak ramai .
C.
PENUTUP
Itulah data-data yang
bisa kami kumpulkan , apabila ada kekurangan dalam penulisan kata maupun
pengambilan gambar . Kami selaku penyusun laporan ini mengucapkan mohon maaf
sebesar-besarnya.
Sekian dari kami .
TERIMA KASIH
‘’ Biodata Kelompok Hully cs ’’
1. Nama : moh. Yurul hana
TTL :
Banyuwangi,
Alamat :
jajangsurat, rogojampi
2. Nama : mahrusali
TTL :
Banyuwangi, 21 Oktober 1996
Alamat :
tabanan, singojuruh
3. Nama :m. Ikbal mauladani
TTL : Banyuwangi,
Alamat :
logjag, rogojampi
4. Nama :
Moh.rifa’i
TTL :
Banyuwangi,
Alamat :
gambor, singojuruh
5. Nama : sugandi sayfudin
TTL :
Banyuwangi,
Alamat :
sroyo, songgon
6. Nama : angga adee pranata
TTL :
Banyuwangi,
Alamat :
pasinan, singojuruh
7. Nama : rizalul fikriandi
TTL :
Banyuwangi,
Alamat : Sragi, Songgon
8. Nama : ikbal fauzi khairunisa
TTL :
Banyuwangi,
Alamat :
parijata, melik
9.
Nama : ryan pratama
TTL
: banyuwangi, 03 desember 1996
Alamat
: padang, singojuruh
hully cs


21.52
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar